detik.com

Wednesday, March 30, 2011

COMMODITIES :: Harga Emas Kembali Melemah ::..

(29/03/2011) Bisnis Indonesia - Harga emas turun dalam tiga sesi berturut-turut saat sinyal mengenai ekonomi AS membaik, membawa harga saham ke level yang lebih tinggi, mengurangi permintaan terhadap emas sebagai alternatif investasi.

Konsumen AS menaikkan belanja lebih banyak dari yang diperkirakan pada Februari saat pendapatan mereka naik, seperti ditunjukkan oleh data pemerintah, dan indeks penjualan kembali rumah yang tertunda di luar perkiraan naik.

Ekonomi AS meningkat 3,1% per 1 tahun pada kuartal keempat, lebih tinggi dari 2,8% seperti perkiraan pada bulan lalu, seperti ditunjukkan oleh data pekan lalu.

Pada 24 Maret, kontrak berjangka emas naik mencapai catatan baru senilai US$1.448,60 per ounce saat terjadi gempa Jepang dan gejolak di Timur Tengah.

Kontrak berjangka emas untuk pengiriman Juni turun US$6,30 atau 0,4% menjadi US$1.421,30 pada pukul 1:30 siang di Comex, New York. Pada kuartal ini harga emas sedikit berubah setelah memberikan keuntungan dalam sembilan kuartal sebelumnya.

Tuesday, February 22, 2011

TEKNIKAL ANALISIS


» Hang Seng
Bursa Hong Kong pada sesi perdagangan hari Senin (21/02) ditutup pada posisi melemah setelah di awal perdagangan sempat menunjukan penguatan oleh imbas kenaikan bursa AS yang terdorong oleh melonjaknya pergerakan indeks Dow Jones.
Secara teknikal, indeks pada sesi perdagangan hari ini, Selasa (22/02) berpeluang upside, imbas dari Bursa AS tetapi berpotensi untuk terkoreksi. Beberapa indikator memberikan sinyal upside. Tetapi Volume cenderung menyusut, indikasi awal pelemahan indeks.
Sedangkan indikator MACD pada hourly chart masih memberikan sinyal golden cross, sinyal menguat dan indeks yang masih berada diawah garis MA20 dan MA50, sinyal melemahnya indeks. Tapi dengan RSI, pada daily chart, berada di area oversold juga terdapat peluang bagi indeks untuk bullish.
Diperkirakan, indeks mencoba uji level resistance terlebih dahulu yakni 23558 dan 23772. Jika gagal, maka selanjutnya indeks diperkirakan cenderung menguji kembali level supportnya yakni 23435 dan dilanjutkan hingga kemungkinan berada di area 23300 dan 23225.

» GBP
Poundsterling pada perdagangan yang berakhir hari Senin (21/02) secara umum terpantau menunjukkan pergerakan cenderung melemah terhadap Dollar AS.
Sterling diperdagangkan sedikit melemah kemarin akibat diterpa profit taking ditengah upaya memperpanjang kenaikan, yang dilatarbelakangi meningkatnya harapan bahwa Bank of England akan segera menaikkan suku bunga.
Sterling berpeluang downside, pada sesi perdagangan hari ini, Selasa (22/02). Pound berpotensi untuk menguji terlebih dahulu level support di kisaran 1.6170, 1.6120 dan maksimum 1.6080.
Tetapi, pasangan ini menurut kami juga rawan reversal, Bollinger Band sudah melebar, isyaratkan bahwa Sterling segera melemah. Adapun support Sterling diperkirakan berada di sekitar area 1.6200; 1.6251 dan 1.6265.

» GOLD
Hingga Selasa dinihari (22/02), harga emas mengalami kenaikan hingga diatas level 1400 dolar per troy ons. Harga emas mengalami peningkatan untuk pertama kali dalam nyaris tujuh minggu belakangan di tengah membesarnya eskalasi kerusuhan di Libya.
Harga emas menguat setelah permintaan terhadap aset alternatif mengalami kenaikan. Secara teknikal, emas pada sesi perdagangan hari ini, Selasa (22/02) berpotensi untuk bergerak upside tetapi rawan reversal.
Indikator RSI cenderung berada di area overbought, tetapi Bollinger Band yang mulai melebar, sehingga memberi dorongan bagi emas untuk terkoreksi.
Diperkirakan harga emas segera menguji resistance terlebih dahulu minimal di area 1407.00 lalu 1410.00 dan 1425.00. Akan tetapi jika harga emas tak mampu break dan bertahan dibawah 1400.45 maka diperkirakan harga emas berpotensi menguji supportnya yakni 1396.30; 1392.90 dan 1386.00.

Thursday, December 16, 2010

Bursa Moskow Mulai Transaksikan Yuan

Bloomberg

MOSKOW: Bursa Moskow (Micex), bursa terbesar di Russia berdasarkan volume transaksi, mulai memperdagangkan yuan versus ruble untuk pertama kalinya, hari ini, seiring upaya otoritas Russia dan China mengurangi pemanfaatan dolar AS dalam perdagangan.
Rubel ditutup di level 46,3405 per 10 yuan pada pukul 11 pagi waktu Moskow, hari ini, setelah dibuka di 46,35 per 10 yuan pukul 10 lewat waktu setempat. Berdasarkan data indeks Micex, sebelum akhir perdagangan, volume transaksi mencapai US$738.850 (4,92 juta yuan) atau 22,78 juta rubel.
China dan Russia telah mendorong pengurangan peran dolar AS di perdagangan dunia sejak krisis keuangan global muncul. Russia tengah mempromosikan rubel sebagai cadangan devisa dan memperdagangkan mata uang itu di teritorinya.
Kendati belum bisa dikonversikan secara penuh, pemerintah China memperbesar pemanfaatan yuan dalam transaksi internasional sejalan dengan langkah mereka mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Sejumlah bursa di Asia yang memperdagangkan produk derivatif minyak sawit dan emas juga telah mulai menerima yuan untuk pembayaran dan kolateral.
"Kejadian ini [transaksi yuan-rubel] akan menjadi bagian dari sejarah hubungan Russia-China, terlebih di sejarah pasar keuangan kami. Ini akan menjadi katalis besar bagi ekonomi dan perdagangan," jelas Viktor Melnikov, deputy chairperson bank sentral Russia dalam acara peluncuran transaksi yuan-rubel di markas besar Micex di Moskow.
Wakil Presiden Micex Igor Marich pernah menyebut perusahaan menargetkan sekitar 3 juta yuan (US$450.518) akan beralih dari transaksi dolar AS per harinya. China sendiri telah memperbolehkan yuan diperdagangkan terhadap rubel di pasar antarbank negara tersebut sejak 22 November.
Di tempat terpisah, sebelum KTT Uni Eropa di Brussel, Kanselir Jerman Angela Merkel mempertegas sikap pemerintah Jerman yang menentang penambahan dana pada fasilitas darurat UE yang berkapasitas US$1 triliun (750 miliar euro).
Merkel justru merekomendasikan bank sentral Eropa (ECB) untuk meningkatkan modalnya untuk membantu mengatasi krisis di negara-negara berutang banyak di kawasan euro. Ketidaksepahaman antara Merkel, Presiden ECB Jean-Claude Trichet, dan Perdana Menteri Luksemburg Jean-Claude Juncker kian memperbesar tekanan terkait upaya mengatasi krisis, sebelum KTT UE pekan ini dimulai.
Moody’s Investors Service bahkan tengah mempertimbangkan untuk menurunkan peringkat surat utang pemerintah Spanyol dari saat ini Aa1. Spanyol diperkirakan harus mencari dana untuk kebutuhan fiskal sebanyak US$226 miliar pada 2011, kebutuhan refinancing ditaksir mencapai 30 miliar euro dan untuk bank sekitar 90 miliar euro. (dea/bsi)