detik.com

Tuesday, January 7, 2014

Gold Steady After Advancing to Three-Week High on Demand Outlook



Jalatama news, Gold traded little changed after climbing to a three-week high as investors weighed the outlook for slowing investment demand against signs of increasing physical consumption in Asia.

Bullion for immediate delivery was at $1,237.82 an ounce at 8:34 a.m. in Singapore from $1,238.07 yesterday, when prices climbed to $1,248.51, the highest level since Dec. 16. Gold for February delivery was little changed at $1,237.70 on the Comex after dropping yesterday by more than $30 in about a minute to a low of $1,212.60, spurring a 10-second trading halt.

Gold tumbled 28 percent last year, the most since 1981, as some investors lost faith in the metal as a store of value amid an equity rally and muted inflation. The Federal Reserve on Dec. 18 said it would reduce its monthly U.S. bond purchases to $75 billion from $85 billion, with minutes of the meeting to be released this week. The premium for immediate delivery in China was $22.44 an ounce today from $15.87 on Jan. 3.

Gold shipments to China from Hong Kong more than doubled to 1,017 metric tons in the first 11 months of the year, according to data from the Hong Kong Census and Statistics Department. China probably overtook India as the world’s biggest bullion consumer last year, the World Gold Council said.

Holdings in the SPDR Gold Trust, the biggest bullion-backed exchange-traded product, held at 794.62 tons yesterday, the lowest level since January 2009, according to data on the fund’s website. A total of 552.6 tons was withdrawn last year.

Silver for immediate delivery was little changed at $20.207 an ounce. Platinum lost 0.2 percent to $1,415.75 an ounce, while palladium advanced 0.1 percent to $739.40 an ounce.
(Source: Bloomberg)


Monday, January 6, 2014

WTI Crude Rebounds After Capping Biggest Weekly Drop Since 2012



 West Texas Intermediate crude rebounded after prices capped the biggest weekly decline in 19 months as a government report showed that U.S. stockpiles of distillate fuel and gasoline expanded.

Futures advanced as much as 0.4 percent in New York. WTI dropped 6.3 percent last week, the most since June 2012. U.S. distillate supplies, a category that includes heating oil and diesel, increased 5.04 million barrels to 119.1 million, the Energy Information Administration said Jan. 3. Gasoline inventories rose 844,000 barrels, the EIA said.

WTI for February delivery gained as much as 33 cents to $94.29 a barrel in electronic trading on the New York Mercantile Exchange, and was at $94.17 at 10:51 a.m. Sydney time. The contract fell 1.6 percent to $93.96 on Jan. 3, the lowest settlement since Dec. 2. The volume of all futures traded was about 54 percent below the 100-day average.

Brent for February settlement was at $107.02 a barrel, up 13 cents, on the London-based ICE Futures Europe exchange. The European benchmark crude was at a premium of $12.85 to WTI. The spread closed at $12.69 on Jan. 3.

U.S. crude stockpiles declined by 7.01 million barrels to 360.6 million during the week ended Dec. 27, according to the EIA, the Energy Department’s statistical arm.
(Source: Bloomberg)


Monday, December 9, 2013

Jalatama Investor Awards : 10 Pialang Berjangka Raih Penghargaan dari Majalah Investor

Selasa, 26 November 2013 | 20:27
Direktur JFX M Bihar Sakti (tengah) bersama Pemimpin Redaksi Majalah Investor Primus Dorimulu (kiri), serta pemenang Majalah Investor Awards "Pialang Berjangka 2013", kategori Pialang Teraktif untuk Kontrak Berjangka Olein dan Emas: Direktur Utama PT Monex Investindo Futures Samuel Semarun (dua dari kiri), Direktur PT Kontakperkasa Futures M Rifai (dua dari kanan) serta Direktur Utama PT Jalatama Artha 

JAKARTA  – Sebanyak 10 pialang berjangka komoditas yang menjadi anggota Jakarta Future Exchange (JFX) dan Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) meraih penghargaan dari Majalah Investor dengan predikat Pialang Berjangka Terbaik dan Teraktif.

Ketiga pialang berjangka komoditas yang meraih penghargaan terbaik berdasarkan kinerja keuangan tahun 2012 adalah PT Monex Investindo Futures, PT Megah Tama Berjangka, dan PT Gatra Mega Berjangka.

PT Monex Investindo Futures juga meraih penghargaan sebagai pialang berjangka teraktif dalam memperdagangkan kontrak berjangka emas (Gold) bersama PT Kontakperkasa Futures di posisi kedua. PT Kontakperkasa Futures juga tercatat sebagai pialang kedua teraktif dalam memperdagangkan olein. Sementara di posisi pialang teraktif yang memperdagangkan olein adalah PT Jalatama Artha Berjangka.

PT Philip Futures meraih tiga penghargaan sebagai pialang teraktif untuk kontrak gulir emas, kedua teraktif memperdagangkan kontrak minyak sawit mentah (CPO), dan kedua teraktif dalam mencatatkan transaksi multilateral. Sementara Millenium Penata Futures mencatat posisi kedua teraktif pialang kontrak berjangka emas gulir.

Sementara PT Optima Capital Futures tercatat sebagai pialang teraktif dalam perdagangan kontrak berjangka CPO. Untuk transaksi kakao, yang meraih penghargaan sebagai pialang teraktif adalah PT Soegee Futures yang juga tercatat sebagai pialang multilateral teraktif, dan PT Overseas Commercial Futures sebagai pialang teraktif kedua kontrak berjangka kakao.

Ketua Dewan Juri Pemeringkatan Pialang Berjangka 2013, Hasan Zein Mahmud mengatakan, pemeringkatan diperlukan untuk memberikan dorongan kepada perusahaan pialang berjangka. ”Setidaknya, hasil pemeringkatan bisa memotivasi perusahaan pialang lain agar semakin baik di tahun-tahun mendatang,” ungkap mantan direktur utama PT Bursa Berjangka Jakarta itu.

Lima Seleksi AwalDalam pemeringkatan pialang berjangka ini, tim juri menetapkan lima persyaratan seleksi awal untuk menyaring pialang berjangka komoditas yang akan diikutkan dalam pemeringkatan. Seleksi pertama, menyangkut kegiatan usaha perusahaan yang tidak dalam status dibekuan transaksi.

Kedua, aktif bertransaksi selama 12 bulan terakhir (Juli 2012-Agustus 2013). Ketiga, memiliki data keuangan yang lengkap. Keempat, laporan keuangan diaudit dan tidak mendapatkan opini disclaimer dan adverse dari akuntan publik. Kelima, tidak menderita rugi usaha selama dua tahun penilaian (2011 dan 2012).

Cukup banyak perusahaan yang terganjal dalam seleksi awal. Dari 70 perusahaan pialang berjangka, 58 perusahaan tersisih. Tiga perusahaan tidak lolos karena dibekukan, yaitu PT Central Asset Futures, dan PT Jireh Trillion Berjangka. Dua perusahaan dicabut izinnya (Artha Gading Futures dan Quantum Futures), satu non aktif (Universal Futures). Sebanyak 50 perusahaan pialang berjangka terganjal seleksi laba usaha positif.

Setelah seleksi awal, perusahaan pialang berjangka yang lolos seleksi kemudian diperingkat, dengan menerapkan tiga kriteria pemeringkatan. Ketiga kriteria itu adalah Total Asset Turn Over (TATO), Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE). Dalam pemeringkatan ini, hanya 12 perusahaan pialang berjangka yang lolos seleksi awal dan layak diperingkat.

Berdasarkan hasil pemeringkatan, dewan juri menetapkan tiga perusahaan pialang berjangka peraih gelar ‘Pialang Berjangka Terbaik 2013 berdasarkan kinerja keuangan. Selain itu, juga ditetapkan pialang berjangka teraktif berdasarkan jenis kontrak komoditas yang diperdagangkan, dan pialang berjangka multilateral teraktif.


Sumber: Pemeringkatan Pialang Berjangka Terbaik Tahun 2013 – Litbang Majalah Investor
http://www.investor.co.id/home/10-pialang-berjangka-raih-penghargaan-dari-majalah-investor/73123